4. Perusahaan hebat mempunyai konsep landak
Ada cerita antara dua
binatang yaitu rubah dan landak. Rubah lari dengan cepat, giginya besar dan
tajam. Ia gesit, kuat, banyak akal, juga cerdik. Yang satunya adalah
landak. Ia sederhana, jalannya lambat, seolah tanpa pertahanan dan sedikit
bodoh. Ketika rubah ingin makan landak, ia mulai menjebak dan mengendap landak.
Dengan segala kecerdikan dan kegesitan yang dimiliki rubah, ia menyergap landak
dan hal mengejutkan terjadi. Landak langsung menggulung badan dan durinya
keluar semua dan rubah tidak berhasil meghabisinya. Rubah tersebut terus
melakukan banyak hal dengan segala kecerdikannya. Sedangkan landak tadi hanya
melakukan satu hal saja. Setiap ada serangan, ia menggulung dirinya dan durinya
dibuka, hal yang sederhana.
Begitu pula dengan perusahaan yang dahsyat. Perusahaan
dahsyat, yang membuat keuntungan tiga kali lipat lebih dari market,
hanya berpusat pada tiga hal, yaitu: fokus pada apa yang bisa mereka lakukan
untuk menjadi yang terbaik di dunia, fokus pada hal yang membuat mereka selalu
bersemangat, fokus pada apa yang mempunyai nilai ekonomi / bisa menghasilkan
uang dalam jumlah yang banyak. Perusahaan hebat itu sederhana dan bisa
mengalahkan Coca-Cola, Intel, General Electric, dsb.
Misalnya, apabila sebuah perusaaan melakukan suatu hal yang
terbaik di dunia, dan perusahaan tersebut sangat bersemangat, tapi tidak bisa
menghasilkan uang dari apa yang perusahaan tersebut kerjakan, untuk apa?
Misalnya lagi, apabila ada perusahaan yang melakukan sesuatu
pada bidang yang mana perusahaan tersebut sangat bersemangat dan bisa
menghasilkan uang, tapi perusahaan tersebut bukan yang terbaik di bidang itu,
maka perusahaan tersebut hanya akan menjadi perusahaan bagus saja, bukan hebat.
Contoh lainnya lagi, apabila menghasilkan uang dan perusahaan
merupakan yang terbaik, tetapi tidak bersemangat, sulit untuk menjadi yang
terbaik atau tumbuh menjadi besar di bidang tersebut.
Konsep landak di sini bukan strategi gol atau
maksud, tapi adalah pemahaman terhadap hal-hal apa saja perusahaan bisa
melakukan yang terbaik. Perusahaan harus menemukan satu tiitk yang mana seperti
mur dan baut, jalur alami, bersatu dengan pas, tidak bisa satu kebeseran atau
kekecilan, semua punya jalurnya masing-masing.
Dalam mengukur keberhasilan perusahaan, ada denominator /
ekonomi kunci yang bisa dijadikan ukuran. Contohnya: Abbot mengukur
keuntungannya per karyawan, Circuit City mengubah profit per toko menjadi profit
per wilayah geografis, Gillete mengubah dari profit per divisi menjadi profit
per konsumen. Masih ada banyak sekali contoh lainnya. Tiap perusahaan harus
punya ukuran keberhasilan dan itu bisa jadi berbeda antara satu dengan yang
lainnya.
Dari sekian banyak contoh yang disebutkan pada buku “Good to
Great”, ada acuan pengukuran yang menarikm yakni dari Walgreens. Walgreens
punya ukuran yang berbeda. Walgreens mengubah untung per toko menjadi untung
per kunjungan konsumen. Ini merupakan perbedaan yang membawa dampak bagi
strateginya. Ketika Walgreens mengambil ukuran keberhasilan per wilayah, maka
keuntungan makin jarang karena jarak antar tokonya dekat. Tapi kalau yang ia
tinjua adalah dari segi kunjungan konsumen, dalam satu mil persegi, ia membuka
9 toko, maka konsumennya lebih banyak.
Hasilnya Walgreens tumbuh lebih cepat karena Walgreens berani
mengambil keputusan untuk membuka toko yg banyak dalam satu wilayah tertentu.
Jika suatu perusahaan ingin menjalankan jurus landak, fokus
pada tiga hal, diharapkan perusahaan mempunyai dewan. Dewan yang dibentuk
terdiri dari 5-12 orang yang akan selalu bertemu secara rutin, seminggu sekali,
bertujuan menganalisa isu-isu penting yang didapatkan perusahaan dan ada aturan
bahwa seluruh anggora dewan punya hak untuk berdebat dan saling menghargai.
Berdebat di sini bukan untuk memenangkan egonya, melainkan untuk memenangkan
perusahaan. Para anggota dewan datang dari berbagai perspektif, tapi setiap
anggota dewan memiliki pengetahuan mendalam tentang sejumlah aspek perusahan.
Hal terpenting adalah para dewan selalu fokus pada tiga lingkaran; yaitu untuk
menjadi yang terbaik pada bidangnya, menjadi bersemangat, dan menguntungkan
dalam skala ekonomi.
Dari penelitian tentang 3 lingkaran sederhana ini, tidak
peduli baik buruk industri, perusahaan hebat / dahsyat selalu menghasilkan
keuntungan yang superior. Suatu perusahaan tidak perlu berada pada satu
industri yang sedang bertumbuh atau tidak, selama perusahaan tersebut berfokus
pada tiga jurus landak, mereka dapat tumbuh dahsyat.
Rata-rata dibutuhkan waktu empat tahun bagi perusahaan
bagus-ke-hebat untuk mendapatkan jurus landak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar