3.
Perusahaan hebat selalu konfron menghadapi kenyataan, baik ataupun buruk
Perusahaan hebat selalu
menatap kenyataan walaupun kenyataan yang ada adalah brutal, tanpa kehilangan keyakinan
bahwa perusahaan akan mampu mencapai yang terbaik dalam hidup.
Untuk memperjelas pemahaman
mengenai poin ini, ada sebuah contoh yang relevan dengan prinsip ini. Contoh
ini disebut paradoks Stockdale. Laksamana Jim Stockdale, perwira militer AS berbintang
tiga (pangkat tertinggi) di kamp tawanan perang “Hanoi Hilton” selama masa
puncak Perang Vietnam. Ia disiksa lebih dari 20 kali selama dipenjara 8 tahun
dari 1965-1973. Tidak ada kepastian apakah Stockdale akan selamat untuk melihat
lagi keluarganya. Pada suatu kesempatan, Jim Collins berkesempatan menyakan
Stockdale tentang hal apa yang membuatnya mampu lolos dari penyiksaan.
Stockdale menjawab dengan luar biasa, katanya, “Saya tidak pernah kehilangan
keyakinan pada akhir cerita ini. Saya tidak hanya tidak pernah ragu bahwa saya
akan keluar, tapi juga saya akan menang pda akhirnya dan mengubah pengalaman
itu menjadi peristiwa penentu dalam hidup saya, yang, jika dilihat ke belakang,
tidak akan mau saya tukar dengan apapun.”
Lalu ia ditanya, “Bagaimana
dengan teman-teman Anda yang mati pada saat itu? Mereka orang seperti apa?”
Lalu Stockdale menjawab, “Mereka adalah orang yang optimistis. Mereka optimis
bahwa mereka akan keluar sebelum Natal. Natal tiba dan mereka masih di sana.
Kemudian Paskah hampir tiba, mereka masih di sana. Lalu Thanksgiving, dan
kemudian Natal kembali datang. Dan mereka meninggal karena hati yang kecewa.”
Orang yang mati duluan mati
karena kecewa. Mereka membunuh dirinya sendiri secara pikiran dan tidak tahan.
Apa perbedaan antara positif
dan optimis? Positif adalah yakin bahwa pasti berhasil. Optimis adalah orang-orang
yang menghadapi kenyataan yang paling pahit dan ia memberi arti terhadap
kejadian tadi dan memberikan manfaat terhadapa kejadian tadi. Seorang leader
punya tiga karakter:
·
See whatever happens as it is, not less, not more
Maksudnya di sini,pemimpim melihat sesuai kenyataan. Kalau seseorang
kelebihan 20 kg, disebutkan lebih 20 kg, bukan sedikit montok.
·
See who he should be
Pemimpin melihat dia seharusnya menjadi seperti apa. Ia mempunyai misi
tentang orang seperti apa dia di masa depan, dengan standar yang lebih baik
daripada masa sekarang.
·
Leader gathers all resources to achieve a
goal
Pemimpin memanfaatkan sumber daya, segalanya. Ia sendiri sangat
berdaya utk menjadikan semua bisa
mewujudkan golnya. Kenyataan pahit membuatnya belajar untuk bertahan hidup dan
tidak kehilangan iman bahwa akhir dari cerita ia akan tetap dibebaskan dalam
keadaan hidup dan sehat. Sama persis dengan perusahaan yang tidak mau menatap
kenyataan ketika dia rugi, selalu menenangkan diri dan mengatakan bahwa krisis
hanya sebentar. Perusahaan tersebut tidak menghadapi kenyataan, menipu diri
sendiri padahal masalah benar-benar ada di depan mata. Mereka tidak mau
menghadapi kenyataan.
Bagaimana menciptakan
iklim di mana kebenaran didengarkan? Ada 4 praktik dasar:
ü
Selalu bimbing dengan pertanyaan, bukan jawaban. Leader memancing dengan
pertanyaan, membiarkan orang lain berbicara.
ü Orang harus berdialog dan berdebat,
memunculkan ide dan pandangannya, semuanya dengan tujuan bukan untuk
memenangkan ego, tetapi untuk memajukan perusahaan. Jadi tinjauannya adalah
tinjauan perusahaan.
ü Saat
terjadi kesalahan pada saat otopsi, yang dicari adalah kesalahan, bukan siapa
yang salah. Tujuan otopsi adalah untuk mencari apa yang salah sehingga kemudian
hari bisa dibuat sistem untuk mengatasi masalah tersebut, barangkali dengan
merekrut orang atau menggunakan teknologi/produk tepat.
ü
Kembangkan kebiasaan seseorang boleh
mengembangkan bendera merah. Di mana saat bendera merah dikeluarkan, semua
orang harus diam dan mendengarkan orang ini. Di dalam perusahaan, di saat
perusahaan menggunakan sistem ini, di dalam rapat, dalam enam bulan, mereka
punya satu bendera ini yang tidak boleh dioper kepada orang lain, dijual,
dialihtangankan. Jadi saat rapat kalau seseorang merasa saat-saat itu sangat
penting, sangat bahaya menurutnya, dia boleh mengeluarkan bendera itu,
berbicara sepenuhnya tanpa dicela/di-stop baru setelah itu dibahas.
Dengan adanya bendera merah, mereka mulai punya kekuatan untuk mengatakan yang
sesungguhnya, punya kesempatan untuk diperhatikan jajaran manjemen.
Perusahaan dahsyat
mendapatkan banyak tantangan, namun mereka memberikan respon dengan cara yang
berbeda. Mereka tidak mengabaikan tantangan, justru tumbuh lebih kuat.
Perusahaan hebat/dashsyat tidak menggunakan waktu mereka untuk memotivasi
orang, itu hal yg sia-sia. Karena kalau perusahaan mendapatkan orang yang
tepat, orang-orang tersebut akan termotivasi dengan sendirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar