Masih ingat dengan cerita kura-kura dan kelinci?
Cerita itu, sebuah cerita masa kanak-kanak yang
mungkin hampir selalu dikumandangkan dan melekat di pikiran kebanyakan orang.
Kali ini saya akan kembali menceritakan cerita itu, tapi dalam versi yang berbeda,
dengan tambahan-tambahan kreativitas.
Kelinci yang jago melompat, bisa berpindah dari satu
tempat ke tempat lain dengan cepat, menantang kura-kura dengan kemampuan
berjalan sangat lambat, untuk ikut berpartisipasi dalam perlombaan lari.
Orang-orang pada mulanya menyangka, “Tentu saja kura-kura akan kalah, matahari
sudah terbenam pun ia belum tentu sampai.”
Tapi siapa sangka? Di tengah perlombaan, saat
kelinci sudah berlari cukup jauh,
diintipnya posisi kura-kura dari atas pohon, “Ah, masih jauh,” gumamnya.
Posisi kura-kura yang masih berada jauh di
belakangnya membuat si kelinci memutuskan untuk rehat sejenak di atas pohon.
Kelinci lalu tidur di atas pohon, tanpa memperhitungkan waktu kapan ia akan
bangun dan melanjutkan berlari. Sementara itu, kura-kura yang berjalan sangat
lambat, terus berjalan, tanpa henti, tanpa beristirahat. Walaupun matahati
bersinar terik dan aspal membakar kakinya, menggosongkan cangkangnya, ia terus
bergerak, perlahan tapi pasti. Usaha itu membuahkan hasil, ia berhasil melewati
kelinci yang tertidur di atas pohon. Masih, ia berjalan. Pada akhirnya,
kura-kuralah yang pertama kali mencapai garis finish.
Pelajaran apa yang bisa kita dapatkan dari cerita
ini?
Mereka yang terus berusaha, walaupun hanya
bergerak sedikit saja, pada akhirnya akan mencapai keberhasilan. Mereka yang berhenti
berusaha tidak akan berhasil, sehebat apapun kemampuan yang mereka miliki.
Ceritanya belum
berhenti sampai di situ. Si kelinci tentu saja tidak menerima kekalahan. “Aku
jauh lebih hebat daripada kura-kura lambat itu, bagaimana mungkin aku
dikalahkannya?” pikirnya dalam hati.
Tak perlu berpikir
dua kali, si kelinci mengajak kura-kura tanding ulang. Namun kali ini, ia berjanji
pada dirinya untuk tidak berhenti sebelum sampai ke garis finish.
Akhirnya mereka
berlari. Kelinci berlari kencang dengan kedua kakinya. Kura-kura masih dengan
jalan ala siputnya, amat lambat. Akhirnya? Siapa lagi kalau bukan kelinci yang
menang. Kelinci bergerak dengan cepat, ia bertobat, ia tidak lagi berhenti di
tengah jalan. Pada pertandingan kedua, kelincilah yang menjadi pemenang.
Mereka yang bergerak cepat jauh lebih baik
daripada mereka yang bergerak lambat.
Masih ada
kelanjutannya. Kalian pikir kura-kura bisa menerima dikalahkan begitu saja?
Tentu saja tidak.
Kali ini, kura-kura
yang menantang kelinci untuk berlomba lari. Tapi, kali ini mereka melalui arena
yang berbeda. Kalau biasanya mereka melewati jalan beraspal, kali ini mereka
harus menyebrangi sungai untuk memotong jalan, kalau tidak, jalan yang ditempuh
akan sangat panjang. Kelinci setuju, mereka berlomba lagi.
Kelinci berlari
dengan cepat, ia berhasil mendahului kura-kura. Tapi ia terhenti saat menemukan
sungai di depan. Ia ragu antara menyeberangi sungai atau memutar ke jalan yang
lebih jauh. Mengingat ia tidak boleh terkena air, ia memilih rute jauh.
Kura-kura akhirnya
sampai ke tepi sungai dan berenang dengan mudah menyeberangi sungai. Dengan
kemampuan berenangnya, ia berhasil melalui sungai dengan cepat. Kura-kura
sampai ke garis finish lebih awal. Pada perlombaan ini, kura-kura
menjadi pemenangnya.
Kita harus mengetahui kelemahan musuh untuk
bisa mengalahkannya.
Ceritanya masih
belum berakhir sampai di sini. Kelinci dikalahkan lagi, untuk kedua kalinya. Ia
tidak menerimanya begitu saja. Kali ini apa yang ia lakukan? Menantang
kura-kura lagi?
Tidak.
Kelinci memutuskan
untuk bekerja sama dengan kura-kura. Kelinci unggul di jalur darat, kura-kura
unggul di jalur air. Kelinci menggendong kura-kura di di jalur darat. Mereka
sampai ke tepi sungai dengan cepat. Lalu, pada saat harus menyeberangi sungai,
kura-kura menggendong kelinci.
Pada akhirnya,
mereka berdua sampai ke garis finish bersama-sama. Mereka berdua sama-sama
sampai dengan cepat. Mereka berdua sama-sama menjadi pemenang. Semuanya tak
luput dari peran kerja sama.Kerja sama mereka membuat mereka berhasil
mengefisienkan waktu dalam mencapai tujuan.
Kerja sama dalam suatu tim amat diperlukan,
masing-masing mengerjakan keunggulannya.





