Senin, 28 September 2015

Hubungan antara Rokok dan Pampers

Apakah Anda cukup cerdas untuk menjawab hubungan antara rokok dan pampers?
Coba alihkan dulu pandangan Anda dari layar Anda dan amati sekitar Anda. Bayangkan rokok dan pampers dan tariklah garis ekuator yang menghubungkan keduanya. Apa yang dapat Anda simpulkan? Baiklah, saya akui kalimat penjelasan di atas sama sekali tidak membantu Anda dalam menganalisa pertanyaan.

Ikuti petunjuk ini. Di mana rokok dan pampers dijual?
Mall. Supermarket.

Lalu coba cari tahu lagi kira-kira apa hubungan keduanya.

Anda diperkenankan membaca tulisan yang disajikan di bawah ini jika:
1.       Anda menyerah
2.       Anda telah menemukan hal yang Anda kira adalah jawabannya

Beberapa dari Anda barangkali menduga hubungan antara rokok dan pampers adalah:
-          Orang yang merokok adalah orang tua dan itu membahayakan keselamatan orang yang menggunakan pampers (bayi)
-          Orang yang merokok membahayakan kesehatan paru-parunya sehingga suatu hari bila ia sakit, ia akan dirawat dan barangkali mengenakan pampers karena tidak sanggup berjalan untuk buang air

Oke, bukan jawaban yang buruk-buruk amat bagi orang yang sangat abstrak dengan pertanyaan tersebut. Dan jawaban tersebut tidak bisa dikatakan salah.

Tapi, coba hubungkan jawaban tersebut dengan bisnis.

Dan ini adalah jawaban saya yang mungkin terpikirkan juga oleh Anda.
Korelasinya:
Merokok dapat menyebabkan serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Yang itu artinya adalah semakin banyak perokok, semakin banyak impotensi/kemandulan terjadi. Semakin banyak impotensi/kemandulan, semakin berkurang angka kelahiran. Penurunan angka kelahiran menyebabkan berkurangnya  jumlah bayi dan hal tersebut menyebabkna berkurangnya pembelian pampers. Atau dapat disimpulkan, peningkatan pembelian rokok = penurunan penjualan pampers.

Jawaban tersebut benar juga, tak bisa disangkal, namun sangat amat futuristik.

Lalu apa hubungannya?
Berdasarkan penelitian sebuah toko terkemuka, seorang istri yang berbelanja pampers, sering juga berbelanja rokok. Suami hampir selalu menitipkan rokok kepada istrinya. Temuan ini didapatkan setelah mencocokkan angka penjualan pampers dan rokok yang sama-sama tinggi.

Lalu apa yang bisa didapatkan dari temuan ini? Rak pampers dan rokok bisa didekatkan, atau digunakan cara membeli produk A gratis produk B. Semuanya terjadi berdasarkan survei angka penjualan, produk apa yang mendekati produk apa. Betapa kepiawaian mengolah data menjadi penting untuk dimiliki saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar