Kamis, 29 Oktober 2015

Apa yang Dilakukan oleh Orang Gagal

Anda merasakan hidup yang sulit karena pekerjaan Anda tidak memudahkan Anda mewujudkan keinginan dan mimpi Anda? Selamat, ada cara sukses yang bisa Anda pelajari dari setitik kecil proses kegagalan.

Apa yang dilakukan oleh orang gagal?

Dijelaskan oleh Robert T. Kiyosaki, orang yang takut kalah melakukan hal serupa dalam hidup. Kita semua mengenal orang-orang seperti ini:
1.      Mereka yang mempertahankan pernikahan yang tidak lagi berlandaskan cinta
2.      Mereka yang menjalankan pekerjaan tidak berprospek
3.      Mereka yang selalu menyimpan pakaian tua serta “barang-barang” yang tidak akan pernah mereka pakai.
4.      Mereka yang tetap tinggal di kota-kota atau berdiam diri di tempat di mana mereka tidak mempunyai masa depan.
5.      Mereka yang tetap berteman dengan orang-orang yang menghalangi kemajuan mereka.

Ada satu cerita yang tepat dalam menggambarkan keadaan tersebut, yakni cerita tentang orang Afrika yang menangkap monyet.

Ada satu suku di Afrika yang berburu monyet untuk dimakan. Cara mereka berburu sangat beragam, ada yang berburu dengan dipanah, juga disumpit. Namun, satu cara yang paling menarik adalah menangkap monyet dengan menggunakan kendi.

Bagaimana caranya menangkap monyet dengan kendi?

Para pemburu mengikat kendi dari tembaga ke batu atau pohon yang besar. Kendi tersebut kemudian diisi dengan kacang. Namun, pemburu juga menebarkan sebagian kacang ke tanah.
Monyet yang terlena dengan pesona kacang, tergoda untuk mengambil kacang di tanah. Setelah mengamati kesana kemari dan mendapatkan sinyal aman, monyet turun dan meraih kacang di tanah. Setalah kacang tadi habis, monyet melirik ke arah kacang yang ada di dalam kendi. Dimasukkannya tanggannya yang kecil masuk ke lubang kendi, begitu jemarinya menggenggam biji kacang di dalam kendi dan si monyet bergegas menarik tangannya keluar, kagetlah ia karena tangannya terjebak di kendi yang digantungkan di pohon dan ia tidak bisa ke mana-mana.

Mendapatkan kenyataan seperti itu apa yang monyet itu lakukan? Ia tetap tidak mau melepaskan kacangnya. Ia tidak mau “Let it Go atau “Move On”. Akibatnya, si monyet tetap berada di sana, tak bisa beranjak, bahkan sampai pemburu datang monyet tetap tidak mau “Let it Go”. Kapan monyet itu mau “Let It go” atau “Move On” dari kacangnya? Saat monyet itu mati disembelih.

Mengapa demikian? Karena dia monyet!

Maka dari itu, ada sebuah peribahasa dalam bahasa Inggris, yaitu, “You pay peanut, you get monkey.

Banyak dari kita yang sudah tahu bahwa apa yang kita kerjakan sekarang tidak akan membantu kita mencapai mimpi kita, mencapai keinginan kita. Namun, banyak dari kita takut kehilangan “kacang” kita sampai kita disembelih (dipecat), baru kita berani “Let It Go” kacang kita.

Orang yang berpikir cari aman, itu adalah pikiran yang logis. Sayangnya, pikiran tersebut adalah salah karena merupakan pikiran emosional. Pikiran emosional-lah yang membuat seseorang “macet” di sebuah kuadran.

Jika seseorang tidak mampu mengendalikan pikiran emosional mereka, dan pada kenyataannya banyak yang seperti itu, maka sebaiknya orang tersebut tidak menyeberang.


Robert T. Kiyosaki menganjurkan agar semua orang yang ingin menyeberang memastikan terlebih dahulu bahwa mereka mempunyai orang-orang yang akan selalu mendukung mereka dan memiliki seorang pembimbing di sisi lain kudaran yang akan membimbing mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar