Never say that you've studied mandarin unless you've really have a date with it more than 20 hours a week. A date, just two of you, you and your mandarin.
Banyak sekali orang yang mengatakan bahwa mereka sudah belajar bahasa mandarin selama bertahun-tahun. Sebelum menyimpulkan bahwa seseorang benar-benar melakukannya, saya merasa perlu memvalidasi orang tersebut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Berapa lama waktu yang Anda habiskan untuk mempelajari bahasa Mandarin dalam sehari?
2. Berapa banyak kosakata yang masih Anda ingat sampai hari ini?
3. Seberapa sering Anda menggunakan bahasa Mandarin Anda?
Ketika seseorang mengatakan bahwa ia telah belajar bahasa Mandarin selama bertahun-tahun, saya meragukan apa yang ia maksud dengan bertahun-tahun. Apakah bertahun-tahun itu dua jam dalam seminggu dan beberapa jam saat ulangan saja?
Kalau iya demikian, ia tidak pantas mengakui bahwa ia telah belajar bahasa Mandarin selama bertahun-tahun. It's totally wrong.
Belajar bahasa, lebih-lebih bahasa Mandarin yang penulisannya cukup kompleks, tidaklah cukup hanya dilakukan beberapa jam dalam seminggu. Mari kita kalkulasikan bersama.
Sebagai orang Indonesia, bahasa Indonesia merupakan bahasa komunikasi sehari-hari.
Perlu waktu berapa lama bagi seorang bayi Indonesia dengan lingkungan yang mayoritas penduduknya adalah orang Indonesia untuk bisa lancar berbahasa Indonesia? Kurang lebih 7 tahun.
Lalu, perlu berapa jam bagi seorang Indonesia untuk belajar bahasa Mandarin agar bisa lancar berkomunikasi dengan bahasa Mandarin? Orang yang berbahasa 24 jam sehari saja butuh tujuh tahun untuk bisa berkomunikasi dengan lancar, apalagi orang yang bukan native speaker.
Ada 24 jam dalam satu hari, yang itu berarti 24x7 jam = 168 jam dalam satu minggu. Menyisihkan barang 20 jam seminggu yang sangat jauh dari angka (7(untuk tahun) x 52 (untuk minggu) x 168 (untuk jam) = 61.152 jam) barangkali merupakan perbandingan yang sangat jomplang. 20 jam hanyalah setetes air dibandingkan dengan 61.152 jam yang dihabiskan oleh penutur aslinya.
Nah, tujuan akhir dari artikel ini bukan untuk menyihir para pembaca supaya belajar bahasa mandarin non-stop. Tidak. Tujuan dari artikel ini semata-mata ingin menyadarkan pembaca bahwa waktu yang selama ini dipakai seseorang untuk mengakui seberapa lama ia belajar bahasa Mandarin tentu saja tidak dapat menggambarkan secara jelas kemampuan bahasa mandarin orang tersebut. Yang menjadi bagian penting adalah seberapa lama waktu yang dihabiskan oleh orang tersebut yang benar-benar didedikasikan untuk bahasa Mandarin. Karena sesungguhnya proses belajar bahasa adalah suatu proses tanpa henti, bukan sebatas menghafal kosakata dan memahami tata bahasa, melainkan juga intensitas penggunaan bahasa tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar