Setelah melalui berbagai macam pertimbangan yang sulit, menimbang-nimbang kata terbaik untuk "Bunuh", saya putuskan untuk mengganti judul artikel ini menjadi lenyap.
Dua kata dengan arti yang berbeda memang, namun kata lenyap cukup halus dan cukup menyensor kata bunuh, tanpa menghilangkan nilai yang akan saya sampaikan.
I am kinda addicted to Korean Drama, Rooftop Prince get the highest attention of my midnight sleeps.
Bagian paling menyebalkan dari menonton film ini adalah ketika Park Ha berkali-kali disakiti oleh Tae Moo, entah itu karena kesengajaan atau karena ulah jahat See Na. Dengan cerita yang panjang dan cukup kompleks yang tentunya akan lebih seru kalau Anda tonton sendiri, saya berkali-kali dibuat gemas dengan kenyataan bahwa Tae Moo suka sekali melukai hati Park Ha.
Lalu tiba-tiba saya mengoneksikan hal ini dengan syarat menyembelih kurban. #ceritanya.nonton.berita
Loh, min, apa hubungannya dengan menyembelih kurban?
Ketika televisi banyak memberitakan segala sesuatu mengenai penyambutan Idul Fitri, remot TV saya membawa saya pada berita yang memberi nilai edukasi, bahwa ternyata menyembeli kurban memiliki syarat-syarat tertentu.
Dari beberapa poin yang dijabarkan, mulai dari hewannya harus memenuhi kriteria A atau B, lalu ketika disembelih harus sambil membaca doa, atau hal-hal yang berhubungan dengan agama, ada satu syarat mengenai pisau. Pisau yang digunakan untuk menyembelih kurban harus tajam supaya kurban tidak merasa menderita, supaya kurban langsung mati. Nah, ini sangat memiliki korelasi dengan jatuh cinta.
Ketika menyakiti seseorang, itu sama saja menggunakan pisau tumpul untuk menyayat kurban sehingga kurban merasakan sakit yang begitu lama. It's better to kill them immediately. Itulah mengapa, kalau Anda berniat menyakiti hati seseorang, pikirkan dua kali, tiga kali bahkan lebih. Sakit itu menderita dan tak jarang lebih baik mati daripada sakit.
Duh, min, kok kedengarannya galau banget? Hahaha iya, sedikit. Bete aja nonton drama Korea yang cewenya disakitin terus. loh gue jadi curcol *abaikan paragraf ini*
Sometimes it's better to kill instead of to hurt, it tortures, you know.
Tadinya gaada sometimes, tapi mimin tahu entar kalian nyanyi What Doesn't Kill You Makes You Stronger-nya Kelly Clarkson. #edisi.sotoy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar