Seperti keinginan saya: anti-mainstream
Lupa ingatan di sini bukanlah untuk menjelaskan tentang arti lupa ingatan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Lupa ingatan di sini adalah harapan saya akibat hidup yang terlalu bahagia.
Loh, kok kalau bahagia ingin lupa ingatan?
Begini ceritanya cung...
Libur telah tiba. Saya yang biasanya bangun pagi untuk kuliah, kerja, senang-senang, sekarang punya kebiasaan lain: menulis, belajar bahasa asing, menonton drama Korea, membaca buku, begitu seterusnya.
Bahagia banget kan? Iya dong. Tapi setelah membaca sebuah buku yang sangat bagus atau menonton drama Korea yang sangat menawan, ada satu jeda atas perasaan sedih. Perasaan sedih apakah itu? Rasa kehilangan.
Saking merasa hilang, kalau saya diberikan pil kebebasan untuk lupa ingatan, diberikan seratus biji sekalipun, tidak akan saya gunakan untuk melupakan mantan pacar saya yang mungkin telah membuat saya menangis selama seribu satu malam, atau konflik saya bersama orang-orang tersayang. Tidak akan. Biarlah cerita itu terus ada, karena rasa sedih itu semuanya telah hilang.
Ada pekerjaan berharga yang bisa dilakukan pil-pil lupa ingatan itu.
Pil-pil lupa ingatan itu akan saya telan untuk melupakan serial drama Korea yang membuat saya melting atau novel yang membuat saya jatuh hati. Dengan begitu, saya akan mampu menikmati cerita-cerita itu ratusan kali banyaknya masih dengan rasa gemas yang sama. Suatu perasaan indah yang tidak akan terbeli selain dengan pil-pil lupa ingatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar