Sosial tanpa uang akan mati. Permasalahan sosial diselesaikan dengan pembangunan, baik pembangunan secara psikis maupun secara mental. Kesemuanya membutuhkan uang. Donasi tidak akan berjalan selamanya. Kau kira uang yang selalu diharapkan dari sumbangan dapat terkumpulkan dalam jumlah yang besar?
Dan setelah penulis amati, sosial yang berbisnislah yang bertahan dan mampu menyelesaikan masalah sosial.
Penulis merupakan anggota sebuah komunitas sosial dan sebuah organisasi kepemimpinan. Yang menjadi kesamaan dari dua kelompok masyarakat ini adalah, dua kelompok masyarakat ini sama-sama ingin menyelesaikan permasalahan sosial, biasanya mereka mengadakan projek sosial. Untuk mengadakan projek tersebut, tak jarang dua kelompok masyarakat ini membutuhkan dana untuk menjalankan operasional kegiatan.
Dulu, penulis menganggap komunitas sosial yang yang mengumpulkan dana secara sukarela akan bertahan karena mereka benar-benar sosial, tidak memaksa orang untuk membantu, hanya seikhlasnya saja. Tangan terbuka dan uang datang, setiap hari. Terkumpul, iya, uang terkumpul. Terlaksana, iya projek terlaksana. Tapi yang terbantu jumlahnya selalu sama, bahkan tak jarang berkurang karena orang yang memberi sumbangan itu tidak pasti jumlahnya dan lama kelamaan berhenti memberikan sumbangan.
Lain halnya dengan bisnis sosial. Bisnis sosial diajalankan dengan penuh inovasi dan kreativitas, berusaha mengumpulkan dana dibalik itu semua.