Masihkah
Anda ingat bagaimana cara Anda melihat dunia ketika Anda masih anak-anak?
Ketika alasan Anda menangis hanyalah seputar dimarahi orang tua atau terjatuh
ke tanah? Dunia ini adalah tempat yang penuh dengan hal-hal indah nan
menakjubkan. Dunia ini adalah tempat yang penuh dengan taman bermain yang luas
dan misterius, yang menyetrum kedua kaki Anda untuk terus berjelajah dan
menjamah tempat-tempat baru. Setiap hari adalah awal yang indah untuk mulai
berkelana dan bersenang-senang. Anda tidak menginginkannya untuk berakhir.
Pulang kembali ke ranjang menjadi salah satu musuh Anda. Sebaliknya, Anda
menari, bernyanyi, berteriak, dan tertawa sampai Anda lelah sendiri dan
tertidur dengan penuh kesukacitaan.
Ada begitu
banyak pelajaran yang bisa diambil ketika Anda masih anak-anak. Satu-satunya
kata yang meluncur dengan mudah adalah, “Kenapa?” Anda menanyakan segala
sesuatu hal dan Anda tidak takut apakah orang dewasa menganggapnya aneh atau
tidak. Karena sebagai seorang anak, Anda tidak takut apapun. Anda ingin
mengetahui segalanya dan Anda tidak takut pada kenyataan.
Dan ketika
ada sesuatu yang tidak Anda pahami, atau tidak tahu bagaimana cara mereka
bekerja, lagi-lagi, sebagai seorang anak, Anda tidak perlu kehilangan lima
detik untuk bertanya, “Bagaimana?” Anda tidak berpura-pura mengetahui sesuatu
yang sebenarnya tidak Anda ketahui. Anda tidak takut akan penolakan karena Anda
tahu, untuk menjadi tidak ditolak, satu-satunya hal yang Anda butuhkan adalah
bertanya. Karena hanya dengan bertanyalah Anda bisa menemukan jawaban.
Anda juga
tidak menduga-duga hal yang tidak bisa Anda dengar atau lihat. Anda tidak berpura-pera
menjadi lebih pintar atau lebih baik daripada orang lain dan berpendapat
tentang sesuatu yang tidak Anda ketahui. Sebaliknya, Anda adalah orang yang
jujur, tulus dan rendah hati. Dan orang-orang melihat keluguan dan kepolosan
Anda sebagai sesuatu yang menarik. Itulah mengapa orang-orang menyayangi Anda
dan berharap bisa melindungi Anda.
Sebagai
seorang anak, Anda cepat tanggap. Ketika Anda melihat sesuatu yang aneh pada
diri orang lain, Anda akan bertanya mengapa atau memberikan pendapat. Anda
melakukannya tanpa didasari niat mengkritik atau meremehkan. Anda bertanya
semata-semata demi memenuhi hasrat penasaran Anda, bukan karena Anda menghakimi
orang itu atau membanding-bandingkannya. Itulah mengapa orang-orang tidak mudah
tersinggung mendengar perkataan Anda melainkan merespon perkataan Anda dengan
jujur. Dan mereka menghargai Anda yang telah menunjukkan perhatian kepada
mereka.
Namun
seiring kita bertumbuh besar, beberapa hal terjadi. Kita kehilangan seluruh
rasa ingin tahu dan perasaan takjub yang kita dapatkan setelah mengetahui hal
baru. Sebaliknya, kita tumbuh menjadi orang dewasa yang memiliki banyak
pendapat dan kepercayaan, yang tidak bersedia untuk memberikan pertanyaan
karena kita pikir kita sudah tahu jawabannya. Kita menghakimi orang dengan
cepat, terlebih mereka yang tidak tertarik pada hal yang sama dengan kita dan
mereka yang tidak percaya pada hal yang kita percayai. Dunia orang dewasa
adalah dunia yang penuh dengan kesinisan, asumsi, dan penghakiman. Itulah
satu-satunya hal yang yang ada di dunia orang dewasa, sementara dunia anak-anak
adalah dunia yang penuh dengan warna menyejukkan.
Mungkin kita
menjadi seperti itu karena selama perjalanan hidup kita, kita merasakan
kekecewaan dan harapan yang tidak terpenuhi. Kita jadi merasa kita tidak perlu
belajar sesuatu yang baru, bertanya dan mengembangkan pikiran kita. Singkat
kata, kita merasa sudah hebat. Kita memiliki sebuah hidup dan tanggung jawab.
Untuk apa lagi kita bertumbuh? Apa lagi yang bisa kita ubah?
Dengan
demikian, menjadi tualah kita, secara fisik maupun mental. Seiring dengan
pikiran kita yang menjadi kaku dan kekeh, begitu juga dengan tubuh kita. Begitu
pula dengan ekspresi kita yang sudah terbentuk sedemikian rupa.
Tapi kita
tidak perlu menjadi seperti itu. Kita mungkin tidak bisa mengembalikan waktu
atau mencegah waktu untuk berjalan, tapi kita bisa memilih bagaimana cara kita
bertumbuh. Sebagai kenyataannya, kita tidak perlu bertambah tua. Jumlah
tahun-tahun yang dilalui dan pengalaman-pengalaman hidup tidak sepantasnya
menjadikan kita pribadi yang kokoh dan kekeh dalam menjalani kehidupan.
Sebalikmya,
kita seharusnya mencoba untuk menjadi seperti anak-anak. Selalu melihat dunia
sebagai tempat yang berlimpah ruah dengan petualangan dan kebahagiaan,
memandang kekecewaan dan harapan yang belum terpenuhi sebagai permainan yang
sedang kita mainkan, terkadang menang dan terkadang kalah. Tidak pernah takut
untuk terus berpartisipasi ataupun menyerah.
Dan jika
kita masih mampu mempertahankan rasa penasaran itu untuk tetap hidup dalam diri
kita, kita bisa menemukan bahwa sebenarnya dunia ini sangat dahsyat dan penuh
dengan tempat-tempat misterius untuk dijelajahi dan rahasia-rahasia untuk
dikuak. Jadi, daripada terpaku pada satu hal, pesimis dan terkurung dalam
lingkaran tekanan kehidupan, lebih baik kita mendongak dan mencari hal-hal
baru, setiap hari. Seperti seorang anak yang tidak bisa menunggu untuk bangkit
dan ranjang dan bermain dengan mainannya.
Menjadi seperti anak-anak tidak sama
dengan menjadi kekanak-kanakan. Menjadi seperti anak-anak berarti memanggil
kembali seluruh kebahagiaan tulus masa lalu dan tetap memiliki rasa ingin tahu
terhadap berbagai hal menakjubkan di dunia ini. Menjadi seperti anak-anak yang
dimaksud di sini adalah memandang dunia sebagai taman bermain di mana kita bisa
mengembangkan kemampuan sampai pada titik maksimal.




