Pernahkah
Anda menyadari keragaman ketertarikan pada manusia membuat manusia
memperhatikan lingkungan sekitarnya dengan kacamata yang berbeda-beda?
Suatu
hari saya mengadakan perjalanan Serpong-Jakarta bersama teman-teman baru saya.
Mereka datang dari pelosok manapun di Indonesia dengan minat di bidang yang berbeda
dengan saya. Di mobil itu ada anak ilmu komunikasi, anak akuntansi, anak DKV, anak
bahasa, anak fotografi, anak musik dsb.
Kami
sama-sama melihat pemandangan yang kurang lebih seperti ini: dua buah papan
reklame yang besar, yang satu beriklan produk elektronik rice cooker, yang
satunya lagi berlatar belakang abu-abu polos dengan tulisan harap hubungi ...
Sisi jalan ditanami pohon hijau nan cantik. Mobil berlalu-lalang. Damainya
suasana kala itu ditambah iringan musik dari radio kesayangan kami, menyajikan
lagu merdu.
Anak
akuntansi tiba-tiba berceloteh, “Kalian lihat, papan itu kosong, padahal
beberapa bulan yang lalu ada yang mengisi. Kebijakan pajak yang dibuat makin
tinggi membuat perusahaan enggan berpromosi. Tahun 2014 lalu, pajak ...(saya
lupa namanya) dibuat ...” Kemudian mulailah ia bercerita dengan serunya. Ia
menjelaskan banyak sekali hal seputar dunia pajak.
Duduklah
kami-kami dengan manis, mendengarkan penjelasannya.
“Sadar
nggak kalian? Pada saat ia menyampaikan kuliah singkatnya tentang pajak, saya
sedang asyik membaca bahasa asing yang tertera pada papan satunya lagi, melatih
otak kanan saya. Menariknya, di saat yang sama, si anak DKV sedang
menilai-nilai desain iklan dan permainan warnanya, apakah cocok atau tidak. Dan
di saat yang bersamaan pula, si anak musik memusikalisasi iklan tersebut.
Berbeda lagi, si anak fotografi menghitung-hitung, apabila ia mengambil foto
dengan menggunakan fitur bulb, akankah papan reklame dan pohon-pohon di
sekitarnya terlihat apik. Dan mungkin hanya saya, si pecinta bahasa asing
sekaligus anak ilkom yang menyadari hal ini dan mengomunikasikannya kepada
Anda-anda sekalian.
You may see a thing as an A, but who knows if others see it
as a B, or an A too, but with different point of view.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar