Sabtu, 14 Maret 2015

Ribuan Perspektif

Pernahkah Anda menyadari keragaman ketertarikan pada manusia membuat manusia memperhatikan lingkungan sekitarnya dengan kacamata yang berbeda-beda?

Setiap orang di dunia ini punya cara yang berbeda-beda dalam menanggapi lingkungan sekitarnya. Bergaul dengan beranekaragam orang dengan ketertarikan yang sangat berbeda satu sama lain, bertukar pikiran tentang milyaran objek di dunia, membuat wawasan saya makin mekar. Betapa sebuah hal sederhana, sangat sederhana, bisa disorot orang dari paradigma yang mungkin tak pernah Anda pikirkan sebelumnya. Sahabat-sahabat saya yang luar biasa lah yang mengajarkan beberapa hal ini pada saya.

Ketika Anda mendengarkan musik, apa yang Anda dengar? Musiknya, liriknya, atau keduanya? Sebagian dari Anda mungkin hanya mendengar saja. Sebagian dari Anda mungkin hanya menikmatinya sebagai teman seperjalanan ke kampus yang jaraknya puluhan kilometer atau pengisi keheningan di mana pun itu. Segelintir orang seperti saya, berusaha menyimak betul, mendengarkan dengan seksama kata-kata apa saja yang tertuang di lagu. Teman saya yang gitaris mendengarkan dengan cara yang berbeda, mereka menghayati permainan gitarnya, kapan si gitaris masuk, apakah temponya pas atau tidak, menimang-nimang apakah itu A# atau bukan, dan hal-hal kegitaran lainnya. Teman saya yang ayahnya berbisnis speaker, mendengarkan halus lembut lagu itu, bagaimana si bass mengambil alih, atau bagaimana suara musik itu pecah, bagaimana suara unsur ini tenggelam termakan suara yang lain. Satu lagu yang didengarkan oleh tiga orang bisa berpengaruh sangat berbeda. Kepada teman saya yang memperhatikan halus lembut lagu, dia selalu memberi penilaian, lagu ini kurang halus, atau kurang ini bagus itu, saya tak mengerti caranya menilai lagu itu. Yang saya mengerti adalah dia tidak sedang berbohong. Suatu waktu ia mengajari saya cara mendengarkan lagu ala dia. Dan butuh waktu yang tidak lama untuk mempelajarinya. Pada akhirnya, saya mengerti caranya dan berakhir dengan senyuman, senang sekali bisa mengerti, namun tak berniat menghabiskan seluruh waktu mendengarkan lagu saya untuk mendengarkan ala dia.

Suatu hari saya mengadakan perjalanan Serpong-Jakarta bersama teman-teman baru saya. Mereka datang dari pelosok manapun di Indonesia dengan minat di bidang yang berbeda dengan saya. Di mobil itu ada anak ilmu komunikasi, anak akuntansi, anak DKV, anak bahasa, anak fotografi, anak musik dsb.

Kami sama-sama melihat pemandangan yang kurang lebih seperti ini: dua buah papan reklame yang besar, yang satu beriklan produk elektronik rice cooker, yang satunya lagi berlatar belakang abu-abu polos dengan tulisan harap hubungi ... Sisi jalan ditanami pohon hijau nan cantik. Mobil berlalu-lalang. Damainya suasana kala itu ditambah iringan musik dari radio kesayangan kami, menyajikan lagu merdu.

Anak akuntansi tiba-tiba berceloteh, “Kalian lihat, papan itu kosong, padahal beberapa bulan yang lalu ada yang mengisi. Kebijakan pajak yang dibuat makin tinggi membuat perusahaan enggan berpromosi. Tahun 2014 lalu, pajak ...(saya lupa namanya) dibuat ...” Kemudian mulailah ia bercerita dengan serunya. Ia menjelaskan banyak sekali hal seputar dunia pajak.

Duduklah kami-kami dengan manis, mendengarkan penjelasannya.

“Sadar nggak kalian? Pada saat ia menyampaikan kuliah singkatnya tentang pajak, saya sedang asyik membaca bahasa asing yang tertera pada papan satunya lagi, melatih otak kanan saya. Menariknya, di saat yang sama, si anak DKV sedang menilai-nilai desain iklan dan permainan warnanya, apakah cocok atau tidak. Dan di saat yang bersamaan pula, si anak musik memusikalisasi iklan tersebut. Berbeda lagi, si anak fotografi menghitung-hitung, apabila ia mengambil foto dengan menggunakan fitur bulb, akankah papan reklame dan pohon-pohon di sekitarnya terlihat apik. Dan mungkin hanya saya, si pecinta bahasa asing sekaligus anak ilkom yang menyadari hal ini dan mengomunikasikannya kepada Anda-anda sekalian.


You may see a thing as an A, but who knows if others see it as a B, or an A too, but with different point of view.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar