Selasa, 31 Maret 2015

Menjadi Seperti Anak-Anak

Masihkah Anda ingat bagaimana cara Anda melihat dunia ketika Anda masih anak-anak? Ketika alasan Anda menangis hanyalah seputar dimarahi orang tua atau terjatuh ke tanah? Dunia ini adalah tempat yang penuh dengan hal-hal indah nan menakjubkan. Dunia ini adalah tempat yang penuh dengan taman bermain yang luas dan misterius, yang menyetrum kedua kaki Anda untuk terus berjelajah dan menjamah tempat-tempat baru. Setiap hari adalah awal yang indah untuk mulai berkelana dan bersenang-senang. Anda tidak menginginkannya untuk berakhir. Pulang kembali ke ranjang menjadi salah satu musuh Anda. Sebaliknya, Anda menari, bernyanyi, berteriak, dan tertawa sampai Anda lelah sendiri dan tertidur dengan penuh kesukacitaan.

Ada begitu banyak pelajaran yang bisa diambil ketika Anda masih anak-anak. Satu-satunya kata yang meluncur dengan mudah adalah, “Kenapa?” Anda menanyakan segala sesuatu hal dan Anda tidak takut apakah orang dewasa menganggapnya aneh atau tidak. Karena sebagai seorang anak, Anda tidak takut apapun. Anda ingin mengetahui segalanya dan Anda tidak takut pada kenyataan.

Dan ketika ada sesuatu yang tidak Anda pahami, atau tidak tahu bagaimana cara mereka bekerja, lagi-lagi, sebagai seorang anak, Anda tidak perlu kehilangan lima detik untuk bertanya, “Bagaimana?” Anda tidak berpura-pura mengetahui sesuatu yang sebenarnya tidak Anda ketahui. Anda tidak takut akan penolakan karena Anda tahu, untuk menjadi tidak ditolak, satu-satunya hal yang Anda butuhkan adalah bertanya. Karena hanya dengan bertanyalah Anda bisa menemukan jawaban.

Anda juga tidak menduga-duga hal yang tidak bisa Anda dengar atau lihat. Anda tidak berpura-pera menjadi lebih pintar atau lebih baik daripada orang lain dan berpendapat tentang sesuatu yang tidak Anda ketahui. Sebaliknya, Anda adalah orang yang jujur, tulus dan rendah hati. Dan orang-orang melihat keluguan dan kepolosan Anda sebagai sesuatu yang menarik. Itulah mengapa orang-orang menyayangi Anda dan berharap bisa melindungi Anda.

Sebagai seorang anak, Anda cepat tanggap. Ketika Anda melihat sesuatu yang aneh pada diri orang lain, Anda akan bertanya mengapa atau memberikan pendapat. Anda melakukannya tanpa didasari niat mengkritik atau meremehkan. Anda bertanya semata-semata demi memenuhi hasrat penasaran Anda, bukan karena Anda menghakimi orang itu atau membanding-bandingkannya. Itulah mengapa orang-orang tidak mudah tersinggung mendengar perkataan Anda melainkan merespon perkataan Anda dengan jujur. Dan mereka menghargai Anda yang telah menunjukkan perhatian kepada mereka.

Namun seiring kita bertumbuh besar, beberapa hal terjadi. Kita kehilangan seluruh rasa ingin tahu dan perasaan takjub yang kita dapatkan setelah mengetahui hal baru. Sebaliknya, kita tumbuh menjadi orang dewasa yang memiliki banyak pendapat dan kepercayaan, yang tidak bersedia untuk memberikan pertanyaan karena kita pikir kita sudah tahu jawabannya. Kita menghakimi orang dengan cepat, terlebih mereka yang tidak tertarik pada hal yang sama dengan kita dan mereka yang tidak percaya pada hal yang kita percayai. Dunia orang dewasa adalah dunia yang penuh dengan kesinisan, asumsi, dan penghakiman. Itulah satu-satunya hal yang yang ada di dunia orang dewasa, sementara dunia anak-anak adalah dunia yang penuh dengan warna menyejukkan.

Mungkin kita menjadi seperti itu karena selama perjalanan hidup kita, kita merasakan kekecewaan dan harapan yang tidak terpenuhi. Kita jadi merasa kita tidak perlu belajar sesuatu yang baru, bertanya dan mengembangkan pikiran kita. Singkat kata, kita merasa sudah hebat. Kita memiliki sebuah hidup dan tanggung jawab. Untuk apa lagi kita bertumbuh? Apa lagi yang bisa kita ubah?

Dengan demikian, menjadi tualah kita, secara fisik maupun mental. Seiring dengan pikiran kita yang menjadi kaku dan kekeh, begitu juga dengan tubuh kita. Begitu pula dengan ekspresi kita yang sudah terbentuk sedemikian rupa.
Tapi kita tidak perlu menjadi seperti itu. Kita mungkin tidak bisa mengembalikan waktu atau mencegah waktu untuk berjalan, tapi kita bisa memilih bagaimana cara kita bertumbuh. Sebagai kenyataannya, kita tidak perlu bertambah tua. Jumlah tahun-tahun yang dilalui dan pengalaman-pengalaman hidup tidak sepantasnya menjadikan kita pribadi yang kokoh dan kekeh dalam menjalani kehidupan.

Sebalikmya, kita seharusnya mencoba untuk menjadi seperti anak-anak. Selalu melihat dunia sebagai tempat yang berlimpah ruah dengan petualangan dan kebahagiaan, memandang kekecewaan dan harapan yang belum terpenuhi sebagai permainan yang sedang kita mainkan, terkadang menang dan terkadang kalah. Tidak pernah takut untuk terus berpartisipasi ataupun menyerah.

Dan jika kita masih mampu mempertahankan rasa penasaran itu untuk tetap hidup dalam diri kita, kita bisa menemukan bahwa sebenarnya dunia ini sangat dahsyat dan penuh dengan tempat-tempat misterius untuk dijelajahi dan rahasia-rahasia untuk dikuak. Jadi, daripada terpaku pada satu hal, pesimis dan terkurung dalam lingkaran tekanan kehidupan, lebih baik kita mendongak dan mencari hal-hal baru, setiap hari. Seperti seorang anak yang tidak bisa menunggu untuk bangkit dan ranjang dan bermain dengan mainannya.

Menjadi seperti anak-anak tidak sama dengan menjadi kekanak-kanakan. Menjadi seperti anak-anak berarti memanggil kembali seluruh kebahagiaan tulus masa lalu dan tetap memiliki rasa ingin tahu terhadap berbagai hal menakjubkan di dunia ini. Menjadi seperti anak-anak yang dimaksud di sini adalah memandang dunia sebagai taman bermain di mana kita bisa mengembangkan kemampuan sampai pada titik maksimal. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar