Duduk Kelamaan Mendatangkan Bahaya
Berapa jam dalam
sehari Anda duduk?
Data
dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa orang rata-rata duduk lebih dari delapan
jam sehari. Persoalannya, kini semakin banyak studi menunjukkan bahwa duduk
terlalu lama memberikan dampak negatif terhadap kesehatan.
Tabib Italia, Bernandino
Ramazzini pernah menggambarkan efek buruk dari terlalu banyak duduk di tempat
kerja pada tahun 1700-an. Ia menyarankan orang untuk berhenti duduk sesekali dan
melakukan kegiatan perangsangan aliran darah.
Menurut Dr. James Levine,
direktur Mayo Clinic-Arizona State University Obesity Solutions Initiative,
tubuh manusia dirancang untuk bergerak. Ketika seseorang duduk terlalu lama,
tubuhnya tidak menghabiskan energi. Hal ini mempercepat pembentukan lemak.
Sebuah studi yang dimuat dalam
Journal of the National Cancer Institute menganalisis 43 penelitian yang
menganalisis hubungan kebiasaan duduk dan 70.000 kasus kanker. Faktanya,
partisipan dengan jam duduk yang lebih lama memiliki risiko 32 persen kanker
endometrium, 24 persen risiko kanker usus besar, dan 21 persen risiko kanker
paru.
Peneliti Kanada, Dr Peter
Katzmarzyk menemukan bahwa mereka yang duduk hampir sepanjang waktu memiliki
risiko kematian dini hampir sepertiga lebih tinggi dibandingkan mereka yang
lebih lama berdiri sepanjang waktu.
Peneliti University College
London, Dr Emmanuel Stamatakis menemukan hasil yang sama antara perempuan di
Inggris: orang-orang yang sebagian besar berdiri/berjalan dalam bekerja
memiliki risiko kematian dini 32 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang
bekerja sambil duduk.
Studi lainnya dilakukan oleh
Emma Wilmot dari University of Leicester terhadap 800.000 partisipan. Emma
membuktikan bahwa duduk terlalu lama menempatkan seseorang pada risiko sakit
jantung dan diabetes, bahkan pada mereka yang berolahraga teratur.
Sehabis makan, gula darah
dalam tubuh akan melonjak selama satu jam. Jika pada saat itu seseorang hanya
duduk, maka gula tersebut tidak dimanfaatkan oleh otot-otot dan sel tubuh untuk
melakukan aktivitas. Akibatnya, gula tersebut diubah menjadi lemak.
Sebaliknya, gula akan dibakar
menjadi energi apabila seseorang bergerak setelah makan. Semakin sedikit gula
yang tersisa setelah aktivitas tersebut, semakin sedikit gula diubah menjadi
lemak yang mengakibatkan obesitas dan diabetes.
Solusinya? Kurangi porsi duduk Anda,
perbanyaklah bergerak. Mengingat duduk terlalu lama dan berdiri terlalu lama
juga tidak baik untuk kesehatan, alangkah lebih baiknya apabila Anda bergantian
duduk dan berdiri. Kinerja aktivitas kognitif seperti membaca, mengetik, dan
menulis tidak akan terganggu apabila dilakukan
sambil berdiri. Duduk dan berdiri secara bergantian akan meningkatkan
kontraksi otot, merangsang aliran darah, dan menghasilkan lebih banyak bakaran
kalori dan kadar gula darah yang sehat. Maka itu, perbanyaklah kegiatan duduk
yang diselingi berdiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar