5. Adanya kebiasaan atau kebudayaan disiplin
Perusahan terobosan/breakthrough mempunyai orang-orang,
pemikiran, dan tindakan yang disiplin.
Orang-orang disiplin terdiri 2:
-
orang dengan kepemimpinan level
lima(kepemimpinan yang penuh kesederhanaan dan penuh keinginan secara
profesional untuk maju)
-
orang yang selalu menempatkan orang-orang yang
tepat baru kemudian memutuskan apa yang harus dikerjakan.
Sedangkan pikiran yang disiplin terdiri dari dua hal:
1. Pemikiran yang selalu menatap kenyataan sepahit dan
sebrutal apapun
2. Disiplin pemikiran selalu fokus pada jurus landak
Tindakan yang disiplin perlu kebudayaan disiplin. Saat
perusahaan mempunyai orang-orang yang disiplin, perusahaan tidak membutuhkan
hierarki. Pemikiran yang disiplin tidak membutuhkan birokrasi. Tindakan
disiplin tidak membutuhkan kontrol yang berlebihan. Saat perususahaan mampu
mengkoneksikan mental disiplin dengan kemampuannya mencapai keberhasilan, akan
terjadi hal yang dahsyat. Ada empat hal yang bisa dilakukan supaya orang-orang
bisa konsisten dalam menerapkan jurus landak dan memiliki budaya disiplin:
1.
Mengembangkan kebudayaan di sekitar ide tentang
kebebasan dan bertanggung jawab sebagai kotak kerja / framework
pekerjaan. Dijelaskan di buku “Good to Great” bahwa ketika seorang pilot
mendaratkan pesawat terbang, ada urutan yang harus ia penuhi untuk menerbangkan
pesawat. Namun, pilot dibebaskan untuk mendaratkan pesawt dengan selamat dengan
caranya. Saat pesawat masih melayang pada ketinggian ribuan kaki, misalnya sang
pilot mengatakan, “Penumpang terkasih, kami baru saja menemukan buku tentang
kreativitas, maka itu sekarang kami akan mendarat dengan cara terbalik. Kita
akan mendarat dengan pantat terlebih dahulu. Jadi kencangkan sabuk pengaman
Anda. Selamat menikmati perjalanan dengan kreativitas yang luar biasa ini.”
Sudah pasti hal seperti ini bukanlah hal yang diharapkan
dalam satu perusahaan. Jadi kreativitas harus disertai dengan tanggung jawab, dalam
framework yang telah disepakati. Perusahaan yang dahsyat selalu
memberikan kebebasan berkreasi dalam bekerja di dalam framework yang
ingin dicapainya. Maka itu perusahaan dahsyat akan memperkerjakan orang dengan self-discipline
sehingga orang-orang tersebut tidak perlu di-manage. Pada akhirnya
perusahaan dahsyat tinggal mengatur sistemnya, bukan orangnya. Pertama
membangun ide kebebasan di dalam satu rancangan kerja.
2.
Mengisi kebudayaan dengan self-dicipline,
orang yang diperkerjakan mau mengosongkan kotaknya/bebannya, atau dalam hal ini
mengurangi hal-hal mubazir yang mereka biasa lakukan. Jadi, dalam bekerja, 50%
waktu dipakai untuk produktivitas, 50% sisanya dipakai untuk kepentingan
pribadi atau hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Ditekankan
juga di poin ini bahwa pekerja-pekerja tadi menulis hal-hal yang harus mereka
hentikan untuk lakukan, baik dalam skala perorangan maupun dalam skala
bisnis/perusahaan. Dalam skala perorangan maksudnya adalah pekerja tadi
berhenti melakukan hal A atau hal B. Dalam skala perusahaan maksudnya adalah
perusahaan berhenti fokus menjalankan bisnis yang tidak ada hubungannya dengan
konsep landak perusahaan.
3.
Tidak ada kebingungan antara budaya yang disiplin
dan disiplin secara tiran. Disiplin secara tiran adalah disiplin yang hanya
dilakukan ketika ada pemimpin saja. Ketika pemimpinya pergi, pekerja akan
melakukan hal yang tidak disiplin lagi. Berbeda
halnya dengan budaya yang disiplin, di mana sistem dan orang-orang yang sudah
terbentuk adalah orang-orang dan sistem terbaik. Orang-orang ini akan
menjalankan dengan dan atau tanpa pemimpinnya. Contohnya: Tung Desem Waringin
(TDW) saat bekerja di suatu bank, Beliau membenahi hasil audit bank tersebut
dari hasil audit yang merupakan terburuk
seluruh Indonesia menjadi terbaik seluruh Indonesia. Sampai saat ini, saat setelah
lebih dari 8 tahun TDW meninggalkan bank tersebut, bank tersebut masih tetap
disiplin dan menjadi yang terbaik. Itu semua terjadi karena yang TDW tinggalkan
di sana bukanlah otoritas, melainkan hal-hal yang membuat perusahaan tersebut
memiliki budaya yang disiplin, yaitu orang-orang dan sistem kerja yang
disiplin.
4.
Fokus pada tiga lingkaran dan selalu fokus pada
tiga lingkaran. Penerapan jurus landak sangat krusial bagi perusahaan bagus untuk
hebat. Perusahaan harus fokus pada bidang di mana perusahaan bisa menjadi yang
terbaik, bersemangat untuk lakukan dan menguntungkan secara ekonomi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar