A. Prolog
Mungkin kalian geli-geli ngebaca judul blog gua. Wkwkwkw Nggak,
ini ga akan ngebosenin.
Seengaknya itu harapan gua ya, guis.
B. Isi
Laporan Pertanggungjawaban atau yang ke depannya bakal gua
singkat jadi LPJ, gue juga baru tau dari temen gua yang calon BPH XXX. Jadi LPJ
itu adalah laporan yang dibuat setelah acara selesai diseleggarakan, di
dalamnya berisi kelebihan dan kekurangan acara kita. Acara kita ya, bukan acara
gua aja. We all belong to this event, workshop “Being A Boss or A Leader” by
AIESEC UMN with Ko Andreas Pasolympia as the speaker.
Bahkan setelah berhari-hari gua kurang tidur, karena tugas
kuliah yang lumayan banyak dan anything out of academic thing, walaupun besok
mesti bangun jam 4 subuh dan sekarang hampir jam 1(loh kok gua curcol?), I
still do this, typing, writing, demi membangun kita bersama, teman-teman.
Ngamatin apa yang udah kita semua lakukan untuk acara 11
September kita, gua coba mencari-cari kekurangan kita selama acara ini. Alhasil
setelah tanya sana sini, setelah dikorek-korek karena hampir semua jawabannya
sama, yaitu “Bagus”, ternyata ada juga yang bisa memberikan kita kritik yang
membangun. Ini dia kekurangan kita pada acara workshop “Being A Boss or A
Leader”, hasil rangkuman rapat evaluasi kita dan survei kecil gua ke beberapa
orang.
1.
Sistem follow yang kurang terorganisir dengan
baik. Ini kesalahan gua. Untung aja ini cuma sedikit yang tau. Kita buka lapak tiga hari dan
gantian jaga sampai berasa tua dan janggutan, kita cuma dapetin 65 peserta dari
target 200. Mutusin sebar jarkom via online, langsung daftar 300 orang ga lebih
dari sehari, dahsyat, the power of social media. Cuma karena mesti ini mesti
itu, follow dan foto dan tag, dsb dsb, sistem agak kacau mengingat hari ha
acara tinggal beberapa hari lagi. Akhirnya di rapat tadi kita sepakat untuk
menerapkan sistem sbb: sebar jarkoman via online, dengan syarat follow dan
minta datang ke acara pas hari ha as soon as possible, lalu pas peserta duduk2
di ruangan sambil gatau mau ngapain, minta aja mereka foto dan upload. Nah
kalau mereka gamau, cari temen2 kita sendiri buat upload, intinya bikin acara
HEBOH.
2.
Kekurangan berikutnya, papan tulis kita yang isi
tulisan gede AIESEC. Dalam fungsi sebagai dekorasi, itu baik banget. Indah.
Menawan. Elok. Epik. Cakeeep.
Yang tadi salah satu peserta bilang bener
juga setelah gua renung2in. Jadi katanya sayang banget tulisan di sana ga
kebaca sama peserta2 yang lain. Adakah di antara teman2 yang punya saran biar
papan tadi bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin? Di sisi lain jadi hiasan tapi
juga edukatif? Apakah taro di depan pintu masuk? Ngadangin jalan ga? Dan
mungkin tadi terlalu berat buat diangkat cewe2 yang ga perkasa kaya kita. Hahahaha
3.
Lalu berikutnya, ini kekurangan yang gua minta
dari Ko Andreas, setela dikorek-korek. Menurut Koko yang S2 Ilkom dan
keren hipnotisnya, ditilik dari kacamata profesional... “Ruangan lebih baik
adalah yang di bawah, di atas terlalu rata dan kurang ada space pembicara untuk
membangun keakraban dengan audiens, sedangkan aku pernah di bawah dan itu lebih
baik.” Tadi kan kita di lantai 3 ya. Yaa, lumayan atas.
Nah, dari hasil penelusuran aku baca buku,
mengamati gaya arsitektur rumah makan cepat saji, ternyata maksudnya kurang
lebih begini: Ruangan SL yang kita pake tadi, jarak antara lantai dan
langit-langit terlalu dekat sehingga suara pembicara seolah teredam. Makanya
kurang nyaman untuk dipake seminar. Mudah-mudahan lain kali kita bisa pake
Function Hall dan lebih banyak undang pembicara dahsyat ya gais! Juga peserta
yang antusias, dan mudah2an seminar berbayar.
4.
Masukan poin ini sampai seterusnya itu dari Ko
Andreas, dan ini merupakan kritik yang membangun yang gue transformasikan ke
bahasa gua. Karena seminar kita bukan seminar berbayar, seminar ini dirasa
kurang impactful. Mungkin ga ada harga yang mesti maba bayar ya, jadinya ya ...
Mereka kaya kurang ikutin secara sepenuh hati. Ini jadi PR kita ke depannya
kalau ngadain seminar gratis. Bukan salah kita sih... But if we can improve our performance why not.
5.
Untuk pembicara seperti Ko Andreas, satu jam
berbicara itu kurang. Oke, kita bisa lihat ini pas tadi Ko Andreas buat SL
bergetar dengan sesuatu yang gua sebut sejenis hipnotis. Banyak yang bilang ini
keren, bahkan gua merinding. Gua, selaku panitia, MENYESAL. Menyesal karena gua
ga bisa mendengarkan keseluruhan acara 100% karena harus lihat jam dan pastiin
ini itu. Sayang banget hari ini ga sempat jadi peserta. Wkwkwwk
6.
Musik dsb2 tidak play dengan lancar. Ini karena
rebutan sama hajatan UKM lain, aku maafkan. Wkwkwkw
7. Lalu untuk poin ini, ini dari gua. Pengen banget lain kali kita punya seksi konsumsi yang bisa menyayangi perut kita karena banyak dari kita yang kelaperan selama acara termasuk gua, mungkin karena personil kurang. Sama mau nambahin seksi dokumentasi publikasi biar ada yang tanggung jawab buat ngerekam dan publikasiin ke youtube. Pengen banget.
Cuma yang namanya kritik gais, kekurangan, kalau dicari
terus pasti akan ada. Bahkan Anthony Robbins gurunya Oprah Winfrey juga punya
kekurangan pas adain seminar. Hanya aja,
acara kita hari ini, kekurangan2 tadi, bukan hal esensial. Esensial itu
misalnya message nggak kena, kacau atau kasar. Nah, tapi tadi, semua
esensi, sari, semua dapet. Cakep.
Lalu lalu lalu, tanpa bermaksud endorse ekstrak kulit
manggis, ini dia kabar gembira buat kita semua! Pujian untuk kita ada banyak,
teman-teman. Pujian untuk kalian semua, dari peserta dan dari Ko Andreas.
1.
Hajatan well-organized. Barisan rapi, regis
lancar. Meja kita terstruktur nama-nama pesertanya, ngemudahin proses, ABC
sampai Z semua jelas.
2.
Pemutaran video sebelum seminar dimulai, video
yang menarik dan lumayan untuk mengisi kebosanan.
3.
Penyebaran jarkoman, trimakasih untuk kalian
semua. I love you.
4.
Instagram engagement sangat baik. Mantaaaap!
5.
Foto booth sebelum event dengan papan instagram,
it really does excellent buat endorse.
6.
Keramahan dari panitia... itu exraordinary
7.
Kewelcoman dari panitia... itu extraordinary
8.
Kesiapan dari slide dan kabel2... itu
extraordinary
9.
Desain plakat keren, Cuma sayang gaada ukiran
nama pembicara :”)
10.
MC pengantar, bagus banget.
11.
Antuisiasme orang-orang untuk ikut tanya jawab.
Mantap.
12.
Media partner kita, liputan dan mudah2an AIESEC
UMN makin dikenal.
13.
Kesiapan kalian untuk bekerja mendadak, gua
appreciate banget. Mungkin tiba2 jadi MC, pembicara, membantu regis, dekor, dokum,
macem2. Kalian keren.
C. Penutup
Setiap kali ada yang bilang, “Ren, tadi acara lu keren. Lu
hebat.”
Nooo, I am not. We are great, not me.
Terima kasih untuk
partisipasinya, teman-teman semua. Baik yang hadir sepenuhnya maupun yang hadir
setengah atau berhalangan hadir, kalian semua udah berkontribusi. Skali lagi,
makasih ya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar