Senin, 15 Desember 2014

Mudahnya Belajar Bahasa Mandarin



  Mudahnya Belajar Bahasa Mandarin

Perekonomian China yang terus berkembang pesat ditambah dengan jumlah penduduknya yang menembus angka 1,3 miliar jiwa membuat berbagai industri raksasa dunia berlomba menanamkan investasinya di sana. Kemampuan berkomunikasi dengan bahasa Mandarin menjadi salah satu prasyarat utama yang harus dipenuhi investor guna melebarkan sayap bisnisnya yaitu dengan membangun kepercayaan publik lokal.
Alhasil, bahasa Mandarin menjadi bahasa internasional kedua setelah bahasa Inggris. Bahasa Mandarin digunakan lebih dari satu miliar penduduk di seluruh dunia. Penguasaan terhadap bahasa Mandarin dikaitkan dengan cerahnya prospek karir seseorang dalam dunia bisnis.
Walaupun di berbagai tempat kursus bahasa asing bahasa Mandarin menjadi bahasa dengan peminat kedua terbesar setelah bahasa Inggris, masih banyak yang mengeluhkan bahasa Mandarin itu sulit. Profesi saya sebagai guru mandarin menggerakkan saya untuk mengubah paradigma semua orang mengenai bahasa Mandarin.
Bahasa Mandarin tidaklah sulit untuk dipelajari, bahasa Mandarin itu mudah karena setiap hurufnya melambangkan makna tertentu. Contoh sederhananya, dalam bahasa Mandarin kita mengenal aksara (nŭ) yang artinya perempuan. Aksara-aksara lain yang berhubungan dengan perempuan menggunakan aksara juga. Perhatikan aksara-aksara berikut:
-          () = ibu
-          (jiĕ) = kakak perempuan
-          (năi) = nenek
-          (mèi) = adik perempuan
Aksara-aksara di atas jelas mengindikasikan bahwa huruf-huruf dalam bahasa Mandarin saling berkaitan.
Selain itu, alasan bahasa Mandarin tidak sulit untuk dipahami adalah aksara-aksara dalam bahasa Mandarin berasal dari gambar:

rén = orang


hŭo = api
ér = telinga


mén = pintu

Yang dicantumkan di atas baru segelintir contoh dari mudahnya belajar bahasa Mandarin. Masih banyak sekali kunci cepat menguasai bahasa Mandarin. Contoh lainnya:
Bahasa Mandarin dari haus adalah (kĕ) dan minum adalah (hē). Di saat seseorang haus, apa yang ia lakukan? Minum bukan? Dua kata ini sangat berkaitan erat, maka itu hurufnya pun juga mirip. Perhatikan aksara , Anda akan menemukan tiga buah titik, titik itu melambangkan air. Di kala haus, seseorang membutuhkan air untuk diminum. Perhatikan juga aksara , terdapat aksara (kŏu), yang berarti mulut. Orang minum dengan mulut.
Atau contoh lainnya:
Bahasa Mandarin dari orang adalah (rén). Bahasa Mandarin dari tanah adalah (tŭ). Bahasa Mandarin dari duduk adalah (zuò). Pada aksara , Anda bisa memperhatikan, seolah-olah aksara itu menggambarkan dua orang yang sedang duduk, dan ketika duduk, seseorang pasti menempel atau setidaknya berhubungan dengan tanah. Tidak mungkin orang bisa duduk kalau tidak memiliki tanah sebagai dasarnya.
Kalaupun Anda tidak menemukan keterkaitan antar aksara, Anda bisa ‘mengarang ceritanya’ sendiri, seperti yang sering saya praktekkan kepada murid-murid saya, dan semuanya itu berhasil.
Bahasa Mandarin dari mengantuk adalah (kùn). Perhatikan, pada aksara itu, di luar aksara terdapat aksara (kŏu) yang berarti mulut. Pada saat seseorang mengantuk, ia akan menguap. Cerita sebenarnya adalah orang itu menguap. Namun bagaimana untuk membuat seseorang mudah dalam menghafal aksara di dalamnya? Saya mengganti ceritanya menjadi seseorang yang mengantuk, lalu merentangkan kedua tangan dan kakinya, membentuk aksara , di atas ranjang yang dilambangkan aksara . Sangat mudah bukan?
Ada 1001 cara menuju Roma, ada banyak cara tak terhingga untuk belajar bahasa Mandarin. Contoh-contoh tersebut di atas hanya segelintir kecil dari mudahnya belajar bahasa Mandarin.
Berikut akan saya sebarkan sebuah fenomena bahasa Mandarin yang membuat saya tetap bertahan dengan bahasa ini, memotivasi saya juga murid-murid saya:
Perhatikan aksara sederhana ini: , aksara tersebut dibaca yang berarti besar. Dengan tambahan sebuah garis di atasnya, Anda akan menciptakan aksara baru, yaitu (tiān) yang berarti hari. Atau dari aksara , Anda tambahkan sebuah titik kecil di kaki sebelah kirinya, Anda telah mendapatkan aksara baru, yaitu (tài) yang berarti terlalu. Selain itu, aksara yang sangat sederhana apabila ditambah dengan dua buah titik di ujung kiri atas, Anda telah mendapatkan sebuah aksara baru lagi yaitu (tóu) yang berarti kepala. Dari aksara , karena itu adalah kepala, kepala butuh topi, Anda tambahkan topi di atasnya, tercipta lagi sebuah aksara baru yaitu (măi) yang berarti membeli. Topi belum lengkap rasanya tanpa kehadiran pita, maniskan topi itu dengan pita dan terbentuklah (mài) yang berarti menjual. Setalah itu,orang itu berjalan-jalan. Belum lengkap rasanya pulang tanpa membawa belanjaan.  Anda cukup tambahkan sebuah tas di sisi kirinya, terbentuk lagi aksara baru yaitu (dú) yang berarti membaca.
Dari pejabaran-penjabaran di atas, sadarkah Anda, sebuah aksara yang amat sederhana seperti bisa berevolusi menjadi aksara yang sedikit lebih kompleks menjadi ? Hanya dengan tambahan-tambahan kecil. Dari segi arti memang aksara-aksara tersebut hanya memiliki sedikit kemiripan, tapi panjabaran-penjabaran tersebut sangat membantu dalam proses pembelajaran. Penjelasan-penjelasan berikut membuktikan bahwa aksara-aksara dalam bahasa Mandarin saling berkaitan satu sama lain, itulah yang membuat bahasa Mandarin mudah untuk dipahami.
Sejauh samudera bisa diselami, matahari masih terbit, dan bulan masih memantulkan sinar matahari, tak ada yang mustahil untuk dilakukan. Semua elemen dalam bahasa Mandarin pasti bisa dikaitkan. Dengan begitu bahasa Mandarin menjadi mudah untuk dipahami.
Kunci keberhasilan dari belajar bahasa asing adalah terus mengulang dan mempraktekkannya dalam kehidupan. Pengulangan membuat kita menguasai apa yang kita pelajari. Mungkin pada awalnya akan terasa sulit, tapi kita harus terus menanamkan semangat positif dalam diri kita. Penerapan contoh-contoh di atas terbukti bekerja. Kita bisa memudahkan sesuatu. Lakukan pembelajaran dengan sepenuh hati, terus gigih berjuang. Bagaimanapun juga bahasa Mandarin meluas di kancah internasional. Seseorang yang menguasai bahasa Mandarin memiliki nilai tambah bagi perusahaan guna mempererat hubungan kerjasama dengan investor China.
Dari berbagai contoh yang telah disebutkan di atas, terlihat jelas bahwa bahasa Mandarin bukanlah bahasa yang sulit untuk dipelajari. Bahasa Mandarin mudah untuk dipahami, sekali lagi karena setiap elemen yang membentuk suatu aksara memiliki makna tersendiri. Anda cukup mengingat seluruh elemen-elemen itu, lalu menggabungkannya ketika hendak menuliskan aksara.
Terus tanamkan pikiran positif dalam belajar bahasa Mandarin, berusaha, berusaha, dan mengulang. Itulah kunci keberhasilannya. Bahasa Mandarin tidaklah sulit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar