Rabu, 24 Desember 2014

Kura-Kura dan Kelinci



Masih ingat dengan cerita kura-kura dan kelinci?



Cerita itu, sebuah cerita masa kanak-kanak yang mungkin hampir selalu dikumandangkan dan melekat di pikiran kebanyakan orang. Kali ini saya akan kembali menceritakan cerita itu, tapi dalam versi yang berbeda, dengan tambahan-tambahan kreativitas.

Kelinci yang jago melompat, bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat, menantang kura-kura dengan kemampuan berjalan sangat lambat, untuk ikut berpartisipasi dalam perlombaan lari. Orang-orang pada mulanya menyangka, Tentu saja kura-kura akan kalah, matahari sudah terbenam pun ia belum tentu sampai.

Tapi siapa sangka? Di tengah perlombaan, saat kelinci  sudah berlari cukup jauh, diintipnya posisi kura-kura dari atas pohon, Ah, masih jauh, gumamnya.

Posisi kura-kura yang masih berada jauh di belakangnya membuat si kelinci memutuskan untuk rehat sejenak di atas pohon. Kelinci lalu tidur di atas pohon, tanpa memperhitungkan waktu kapan ia akan bangun dan melanjutkan berlari. Sementara itu, kura-kura yang berjalan sangat lambat, terus berjalan, tanpa henti, tanpa beristirahat. Walaupun matahati bersinar terik dan aspal membakar kakinya, menggosongkan cangkangnya, ia terus bergerak, perlahan tapi pasti. Usaha itu membuahkan hasil, ia berhasil melewati kelinci yang tertidur di atas pohon. Masih, ia berjalan. Pada akhirnya, kura-kuralah yang pertama kali mencapai garis finish.

Pelajaran apa yang bisa kita dapatkan dari cerita ini?

Mereka yang terus berusaha, walaupun hanya bergerak sedikit saja, pada akhirnya akan mencapai keberhasilan. Mereka yang berhenti berusaha tidak akan berhasil, sehebat apapun kemampuan yang mereka miliki.

Ceritanya belum berhenti sampai di situ. Si kelinci tentu saja tidak menerima kekalahan. “Aku jauh lebih hebat daripada kura-kura lambat itu, bagaimana mungkin aku dikalahkannya?” pikirnya dalam hati.

Tak perlu berpikir dua kali, si kelinci mengajak kura-kura tanding ulang. Namun kali ini, ia berjanji pada dirinya untuk tidak berhenti sebelum sampai ke garis finish.

Akhirnya mereka berlari. Kelinci berlari kencang dengan kedua kakinya. Kura-kura masih dengan jalan ala siputnya, amat lambat. Akhirnya? Siapa lagi kalau bukan kelinci yang menang. Kelinci bergerak dengan cepat, ia bertobat, ia tidak lagi berhenti di tengah jalan. Pada pertandingan kedua, kelincilah yang menjadi pemenang.

Mereka yang bergerak cepat jauh lebih baik daripada mereka yang bergerak lambat.

Masih ada kelanjutannya. Kalian pikir kura-kura bisa menerima dikalahkan begitu saja? Tentu saja tidak.

Kali ini, kura-kura yang menantang kelinci untuk berlomba lari. Tapi, kali ini mereka melalui arena yang berbeda. Kalau biasanya mereka melewati jalan beraspal, kali ini mereka harus menyebrangi sungai untuk memotong jalan, kalau tidak, jalan yang ditempuh akan sangat panjang. Kelinci setuju, mereka berlomba lagi.

Kelinci berlari dengan cepat, ia berhasil mendahului kura-kura. Tapi ia terhenti saat menemukan sungai di depan. Ia ragu antara menyeberangi sungai atau memutar ke jalan yang lebih jauh. Mengingat ia tidak boleh terkena air, ia memilih rute jauh.
Kura-kura akhirnya sampai ke tepi sungai dan berenang dengan mudah menyeberangi sungai. Dengan kemampuan berenangnya, ia berhasil melalui sungai dengan cepat. Kura-kura sampai ke garis finish lebih awal. Pada perlombaan ini, kura-kura menjadi pemenangnya.

Kita harus mengetahui kelemahan musuh untuk bisa mengalahkannya.

Ceritanya masih belum berakhir sampai di sini. Kelinci dikalahkan lagi, untuk kedua kalinya. Ia tidak menerimanya begitu saja. Kali ini apa yang ia lakukan? Menantang kura-kura lagi?

Tidak.

Kelinci memutuskan untuk bekerja sama dengan kura-kura. Kelinci unggul di jalur darat, kura-kura unggul di jalur air. Kelinci menggendong kura-kura di di jalur darat. Mereka sampai ke tepi sungai dengan cepat. Lalu, pada saat harus menyeberangi sungai, kura-kura menggendong kelinci.

Pada akhirnya, mereka berdua sampai ke garis finish bersama-sama. Mereka berdua sama-sama sampai dengan cepat. Mereka berdua sama-sama menjadi pemenang. Semuanya tak luput dari peran kerja sama.Kerja sama mereka membuat mereka berhasil mengefisienkan waktu dalam mencapai tujuan.

Kerja sama dalam suatu tim amat diperlukan, masing-masing mengerjakan keunggulannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar