Tampilkan postingan dengan label konsep landak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label konsep landak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 September 2015

Rangkuman Buku Good to Great Jim Collins - Konsep Landak



4.       Perusahaan hebat mempunyai konsep landak
Ada cerita antara dua binatang yaitu rubah dan landak. Rubah lari dengan cepat, giginya besar dan tajam. Ia gesit, kuat, banyak akal, juga cerdik. Yang satunya adalah landak. Ia sederhana, jalannya lambat, seolah tanpa pertahanan dan sedikit bodoh. Ketika rubah ingin makan landak, ia mulai menjebak dan mengendap landak. Dengan segala kecerdikan dan kegesitan yang dimiliki rubah, ia menyergap landak dan hal mengejutkan terjadi. Landak langsung menggulung badan dan durinya keluar semua dan rubah tidak berhasil meghabisinya. Rubah tersebut terus melakukan banyak hal dengan segala kecerdikannya. Sedangkan landak tadi hanya melakukan satu hal saja. Setiap ada serangan, ia menggulung dirinya dan durinya dibuka, hal yang sederhana.
Begitu pula dengan perusahaan yang dahsyat. Perusahaan dahsyat, yang membuat keuntungan tiga kali lipat lebih dari market, hanya berpusat pada tiga hal, yaitu: fokus pada apa yang bisa mereka lakukan untuk menjadi yang terbaik di dunia, fokus pada hal yang membuat mereka selalu bersemangat, fokus pada apa yang mempunyai nilai ekonomi / bisa menghasilkan uang dalam jumlah yang banyak. Perusahaan hebat itu sederhana dan bisa mengalahkan Coca-Cola, Intel, General Electric, dsb.

Misalnya, apabila sebuah perusaaan melakukan suatu hal yang terbaik di dunia, dan perusahaan tersebut sangat bersemangat, tapi tidak bisa menghasilkan uang dari apa yang perusahaan tersebut kerjakan, untuk apa?

Misalnya lagi, apabila ada perusahaan yang melakukan sesuatu pada bidang yang mana perusahaan tersebut sangat bersemangat dan bisa menghasilkan uang, tapi perusahaan tersebut bukan yang terbaik di bidang itu, maka perusahaan tersebut hanya akan menjadi perusahaan bagus saja, bukan hebat.

Contoh lainnya lagi, apabila menghasilkan uang dan perusahaan merupakan yang terbaik, tetapi tidak bersemangat, sulit untuk menjadi yang terbaik atau tumbuh menjadi besar di bidang tersebut.

Konsep landak di sini bukan strategi gol atau maksud, tapi adalah pemahaman terhadap hal-hal apa saja perusahaan bisa melakukan yang terbaik. Perusahaan harus menemukan satu tiitk yang mana seperti mur dan baut, jalur alami, bersatu dengan pas, tidak bisa satu kebeseran atau kekecilan, semua punya jalurnya masing-masing.

Dalam mengukur keberhasilan perusahaan, ada denominator / ekonomi kunci yang bisa dijadikan ukuran. Contohnya: Abbot mengukur keuntungannya per karyawan, Circuit City mengubah profit per toko menjadi profit per wilayah geografis, Gillete mengubah dari profit per divisi menjadi profit per konsumen. Masih ada banyak sekali contoh lainnya. Tiap perusahaan harus punya ukuran keberhasilan dan itu bisa jadi berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Dari sekian banyak contoh yang disebutkan pada buku “Good to Great”, ada acuan pengukuran yang menarikm yakni dari Walgreens. Walgreens punya ukuran yang berbeda. Walgreens mengubah untung per toko menjadi untung per kunjungan konsumen. Ini merupakan perbedaan yang membawa dampak bagi strateginya. Ketika Walgreens mengambil ukuran keberhasilan per wilayah, maka keuntungan makin jarang karena jarak antar tokonya dekat. Tapi kalau yang ia tinjua adalah dari segi kunjungan konsumen, dalam satu mil persegi, ia membuka 9 toko, maka konsumennya lebih banyak.

Hasilnya Walgreens tumbuh lebih cepat karena Walgreens berani mengambil keputusan untuk membuka toko yg banyak dalam satu wilayah tertentu.

Jika suatu perusahaan ingin menjalankan jurus landak, fokus pada tiga hal, diharapkan perusahaan mempunyai dewan. Dewan yang dibentuk terdiri dari 5-12 orang yang akan selalu bertemu secara rutin, seminggu sekali, bertujuan menganalisa isu-isu penting yang didapatkan perusahaan dan ada aturan bahwa seluruh anggora dewan punya hak untuk berdebat dan saling menghargai. Berdebat di sini bukan untuk memenangkan egonya, melainkan untuk memenangkan perusahaan. Para anggota dewan datang dari berbagai perspektif, tapi setiap anggota dewan memiliki pengetahuan mendalam tentang sejumlah aspek perusahan. Hal terpenting adalah para dewan selalu fokus pada tiga lingkaran; yaitu untuk menjadi yang terbaik pada bidangnya, menjadi bersemangat, dan menguntungkan dalam skala ekonomi.

Dari penelitian tentang 3 lingkaran sederhana ini, tidak peduli baik buruk industri, perusahaan hebat / dahsyat selalu menghasilkan keuntungan yang superior. Suatu perusahaan tidak perlu berada pada satu industri yang sedang bertumbuh atau tidak, selama perusahaan tersebut berfokus pada tiga jurus landak, mereka dapat tumbuh dahsyat.

Rata-rata dibutuhkan waktu empat tahun bagi perusahaan bagus-ke-hebat untuk mendapatkan jurus landak.