Saya tidak menulis artikel ini karena saya sedang jatuh cinta sekarang. Saya bahkan lupa bagaimana rasanya berlama-lama di telepon bersama seseorang sambil menceritakan segala sesuatu, atau berlama-lama dengan seseorang di suatu tempat di suatu waktu sambil menceritakan tentang segala sesuatu. Tapi, dari hasil pertanyaan random saya kepada diri saya sendiri dan beberapa teman perempuan saya, saya mendapatkan sebuah jawaban yang saya yakini benar untuk perempuan seusia saya; yang kalau dideskripsikan secara rinci adalah perempuan yang termasuk dalam kategori SMP, SMA, kuliah, dan awal tahun bekerja.
Masa cinta paling menyenangkan ala perempuan seusia saya adalah ...
Kenapa pedekate? Kenapa bukan pacaran?
Karena hanya pada saat pedekate-lah seseorang bisa dekat dengan seseorang, merasakan sisi manisnya, tersenyum hampir di segala waktu, tanpa terikat akan suatu komitmen. Itu adalah sesuatu yang cukup indah.
Bagaimana dengan pacaran? Menyenangkan, saya tahu, kalau pacarnya adalah orang yang bisa saling melengkapi apabila berpasangan dengan kita. But, sometimes, being in a relationship is not that easy. Ada saat-saat kedua belah pihak merasakan kekurangcocokan dan konflik menjadi hal yang tak bisa dihindari. Itu adalah hal yang tidak menyenangkan. Hal menyenangkannya? Tak perlu diumbar di sini, siapa yang tidak tahu bagaimana menyenangkannya memiliki seseorang yang dirimu cintai yang juga mencintaimu? There is no lovelier feeling than being loved by the one you love.
Pedekate mengambil dua poin menyenangkan dari menjadi single dan pacaran: menjadi dekat dengan seseorang, menjadi bebas, tidak mengenal rasa bersalah tentang siapa yang menyakiti hati siapa, dan hanya tersenyum.
Itulah mengapa bagi kebanyakan perempuan seusia saya, pedekate menjadi masa cinta yang paling menyenangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar