Setiap orang pernah membuat kesalahan, namun keputusan
tentang bagaimana cara kita marah turut menentukan kualitas hubungan ke depan.
Ketika seseorang melakukan sesuatu yang salah atau yang kita anggap salah, pada
batas-batas tertentu, bisa jadi membuat kita marah.
Agak naif apabila mengatakan seseorang tak pernah marah
dalam hidupnya. Marah merupakan proses alamiah yang sehat. Marah mengeluarkan
racun. Salah satu hal penting dari marah adalah membenahi kesalahan yang
terjadi, bukan memperburuk keadaan. Namun, yang selama ini menjadi titik buta
seseorang adalah ketika marah menjadi alat bagi yang kuat untuk menumpahkan
seluruh hal buruk kepada pihak yang diposisikan sebagai terdakwa. Untuk itulah
seseorang perlu mengetahui cara marah yang baik dalam rangka mencapai tujuan
bersama.
Bagaimana caranya?
1.
Gunakan bahasa aku, bukan bahasa kamu.
Apa itu bahasa aku dan apa itu bahasa kamu?
Ini bukan tentang teori komunikasi. Bahasa kamu adalah ketika merasa kecewa dengan
perlakuan seseorang dan mengatakan hal-hal yang intisarinya kira-kira seperti
ini, “Kamu membuat aku kecewa, kesal, dan sakit hati.”
Oke, underline, bold, dan italic
kata ‘Kamu membuat’.
Bahasa aku adalah kalimat yang intisarinya
kira-kira sebagai berikut, “Aku merasa kecewa dan kesal
ketika kamu...” Di contoh ini, ulangi perlakuan underline, bold, dan
italic pada padanan kata ‘Aku merasa’.
See the differences?
‘Kamu membuat’ dan ‘Aku merasa’ telah
meberikan pesan yang sangat berbeda dalam komunikasi. Bahasa ‘kamu membuat’
menjadikan pihak yang dimarahi sebagai satu-satunya tersangka dalam suatu
kasus. Bahasa ‘saya merasa’ mengatakan bahwa si pembicaralah yang merasa,
apabila orang yang menjadi lawan bicara melakukan hal yang sama pada orang
lain, belum tentu orang lain akan merasakan hal yang sama. Bahasa ini tidak
menjadikan orang yang menerima pesan ditunjuk mentah-mentah sebagai terdakwa,
berbeda dengan bahasa kamu.
Maka itu, penggunaan bahasa aku dan bahasa
kamu perlu sangat diperhatikan.
2.
Deskripsikan secara rinci.
Jelaskan kepada rinci kepada orang yang kamu
marahi tentang hal apa yang kamu harapkan tidak dia lakukan dan hal apa yang
bisa kalian lakukan bersama untuk memperbaiki hubungan kalian. Ketika kamu
marah, jelaskan sejelas-jelasnya apa yang ada di pikiranmu. Hindari menggunakan
kata-kata umum, gunakan kata-kata detail. Penjelasan yang rinci dan jelas
membantu seseorang untuk memperbaiki kualitas diri yang mereka miliki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar