Berhadapan dengan berbagai manusia dari belahan dunia yang cukup variatif membawa saya pada percakapan-percakapan yang layak diklipingkan menjadi sebuah cerita. Semoga Anda menangkap maksud pengakuan dari manusia-manusia di bawah ini.
Suatu hari, saya bertemu dengan orang-orang Indonesia. Di dalam makan malam yang berlangsung ceria itu, kami membicarakan artis-artis Korea yang sedang populer. Salah seorang teman saya menyeletuk kepada teman saya yang lain, "Bagaimana kamu bisa mengidolakan A? Bagaimana kamu bisa meningat wajah artis-artis Korea satu per satu? Semuanya begitu mirip, kawan."
Orang Indonesia bilang kalau orang Korea terlihat mirip.
Di hari yang berbeda pula, saya jumpai teman-teman bule saya. "Kamu keren bisa membedakan siap saja temanmu." Saya mematung seperti melongo, "Maksud kamu?" tanya saya kepadanya.
"Ya, itu, keren saja, kamu bisa membedakan wajah teman-teman kamu," tunjuknya pada dua orang teman saya yang sama-sama berkulit sawo matang dan bermata belok.
Orang barat bilang kalau orang Indonesia terlihat mirip.
Nah, hari ini, saya berbelanja ke mall dan melihat dua orang Arab memakai sorban di kepalanya. Barulah saya mengerti rumus kemiripan antar budaya:
Orang ... menganggap orang ... terlihat mirip.
Nah, kalau Anda sering melihat orang-orang dari berbagai belahan dunia, mungkin Anda bisa benar-benar mengerti maksud artikel ini. Kita akan terbiasa membedakan orang ketika kita sudah melihat ragam wajah manusia dengan ras yang sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar