Rabu, 05 Agustus 2015

Penjajahan Modern

Penjajahan modern baru saja terjadi kepada saya dan belasan guru yang merupakan teman-teman saya. Mungkin tidak penting bagi Anda tentang apa yang terjadi pada saya, tapi ada ratusan orang lainnya yang mengalami kerugian materi lebih besar dari jumlah yang saya derita.

Saya, teman-teman saya yang adalah guru, dan ratusan murid-murid di lembaga bahasa di mana saya mengajar, rugi secara materi oleh pemilik yang adalah orang Belanda. Guru tidak digaji, murid yang sudah membayar di muka untuk mengikuti kelas selama dua tahun mendapati lembaga bahasa ditutup setelah baru bergabung beberapa bulan.

Kenapa kasus penipuan ini disebut penjajahan? Mari kembali pada masa 70 tahun yang lalu saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Lima pulau besar yang terletak pada garis 6°LU - 11°LS dan 95°BT - 141°BT dulunya bukanlah sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dulunya tempat-tempat tersebut terpecah atas berbagai kerajaan yang memperebutkan berbagai tempat untuk memperluas daerah kekuasaannnya. Lalu datanglah penjajah. Thanks to Dutch. Merekalah yang mempersatukan segenap bangsa Indonesia.

Apa yang menjadikan kelima pulau itu sebuah NKRI? Sebuah persamaan nasib, penderitaan yang sama, penderitaan akan penjajahan. Kehausan setiap penghuninya untuk mendapatkan keadilan lah yang menjadikan segenap manusia-manusianya bertaruh bersama. Penderitaan itu membuat segenap penderitanya bersatu dan memperjuangkan tujuan yang sama, keadilan, kemerdekaan, hak mereka sebagai manusia.

Hubungannya dengan kasus penjajahan tempat mengajar saya?

Lagi-lagi kami dijajah oleh orang Belanda. Kami diperlakukan tidak adil; tidak mendapatkan hak kami sebagai guru, karyawan dan siswa. Pemilik kabur, barangkali ke luar negeri. Lalu segenap orang-orang yang diperlakukan tidak adil ini bersatu untuk menuntut apa yang seharusnya kami dapatkan, dana yang telah dicuri, pekerjaan yang telah hilang. Persamaan nasib ini menjadikan kami satu keluarga.

I lose my job, but I got a family.

I know who to trust, who don’t deserve.

I get a new glasses to see how a bad management is, how a  bad business is, and how a bad leader is.
I see how a sheep appearance with that warm smile keep a wolf heart inside it. Life is tough.


Thanks to Dutch. Now I learn not to trust a warm smile even that suck lies. I learn to recognize the bankrupt of a company by the way it pays it’s obligation and salaries. I learn to see the bankrupt of a company by the way they’re complained and the amount of people involved. I’ve learnt it all.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar