Artikel ini telah saya tulis pada 29 Maret lalu, namun entah mengapa baru sekarang ini saya ingin mempublikasikannya di sini.
Rasa penasaran yang menggebu-gebu berhasil mengantarkan tubuh saya menuju Arena JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2015.
Tulisan ini bukan berita atau ajakan untuk pindah agama. Tulisan ini sekedar bentuk dari gerakan jiwa saya untuk menyampaikan kepada orang-orang kalau mukjizat Tuhan itu sungguh nyata.
Gereja Mawar Sharon kembali menggelar Festival Kuasa Allah 21 tadi malam. Saya bukan jemaat dari gereja ini. Saya pergi semata-mata untuk menjawab pertanyaan saya selama ini, “Apakah orang-orang yang saya lihat di televisi itu benar-benar sembuh dari penyakitnya?”
Awalnya saya agak takut. Saya membayangkan nanti akan ada tubuh yang bergetar-getar, orang yang berteriak-teriak, menangis, tertawa, bahkan tak sedikit yang tergeletak di lantai. Membayangkan hal itu membuat saya bergidik ngeri. Namun karena dibungkus rasa ingin tahu, hal-hal itu tidak menjadi masalah.
Memutuskan untuk bisa memahami hal-hal spiritual di festival ini, saya duduk di antara para jemaat, mencoba masuk ke atmosfer mereka. Dan benar saja, bulu kuduk saya tak henti-hentinya berdiri mendengar dan melihat kesaksian orang-orang tentang kesembuhannya. Tak jarang, mereka membuat saya menitikkan air mata.
Ternyata perjumpaan dengan Tuhan itu sungguh ada. Tuhan sungguh menyembuhkan mereka yang percaya. Saya melihat bagaimana mereka yang lumpuh bisa berjalan, berlari, bahkan ada yang berjingkrak. Ada yang tangannya tak bisa digerakkan, kini bisa digerakkan. Ada balita yang tidak berani berjumpa dengan orang, berani digendong maju dan ingin mengambil microphone. Ada penderita tiroid bisa disembuhkan. Ada yang indung telurnya bermasalahm juga disembuhkan dalam perjumpaan ini. Saya melihat bagaimana orang-orang yang haus jiwanya, dijamah oleh roh kudus. Saya melihat bagaimana orang-orang yang rindu akan kesembuhan dan percaya akan itu, sungguh disembuhakan. Saya melihat berbagai mukjizat.
Dan ternyata orang sakit itu datang dari berbagai agama, bukan hanya dari penganut Kristen saja. Betapa luar biasa berkesempatan menyaksikan orang-orang yang berbagi atas keajaiban dalam hidup mereka.
Awalnya saya sempat bertanya-tanya, “Mungkinkah ini skenario belaka? Mungkinkah orang sakit itu hanya akting dengan kursi roda dan alat bantu lainnya? Dan para petugas pelayanan itu sudah mempersiapkan skenario ini?” Tapi pikiran saya yang lainnya mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini, “Sebegitu kurang kerjaan kah mereka, puluhan orang di panggung dan ratusan orang sakit di balik panggung, puluhan pendoa dan petugas pelayanan serta ribuan jemaat lainnya mempersiapkan drama teater paling improvisasional? Sebegitu “niat” kah mereka membohongi manusia?”
Festival Kuasa Allah tadi malam itu keren, keren sekali menurut saya.
Semoga tulisan ini menjadi sarapan bernutrisi di Minggu ini. smile emotikon Happy Sunday and God bless.
Semoga tulisan ini menjadi sarapan bernutrisi di Minggu ini. smile emotikon Happy Sunday and God bless.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar